Mendidik Generasi Z dan Alpha Menuju Masa Depan Cerah di Era Digital




Dinas Sosial Kota Depok menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Fisik, Mental, Spiritual, dan Sosial bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Tahun 2024 dengan mengangkat tema tentang “Parenting Berkualitas pada Era Generasi Z dan Alpha”. Kegiatan ini diselenggarakan di Aula Perpustakaan Umum Kota Depok pada hari Selasa, 14 Mei 2024. Peserta kegiatan ini adalah para orang tua yang anaknya pernah mendapatkan layanan dari Bidang Rehabilitasi Sosial. 

Dalam kegiatan ini, terdapat 3 (tiga) materi utama. Pertama, materi tentang parenting skill yang dipaparkan oleh Rolla Apnoza, S.Psi., M.Psi, Psikolog dari UPTD PPA. Materi kedua membahas tentang sex education yang disampaikan oleh dr. Rien Pramindari, MKM dari Dinas Kesehatan. Materi ketiga disampaikan oleh Marnaria A. Martinis, S.Psi., Psikolog dari Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) tentang trauma healing. 

Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan orang tua mengenai pentingnya mengetahui perbedaan dan tantangan dalam mengasuh dan mendidik anak pada Generasi Z dan Alpha. Parenting itu sendiri adalah pola asuh yang diterapkan orang tua terhadap anak. Pola parenting ini nantinya dapat berpengaruh terhadap berbagai aspek dalam kehidupan anak hingga ia dewasa.

Setiap generasi memiliki karakteristik yang berbeda. Generasi Z adalah anak-anak yang lahir pada kisaran tahun 1997-2012, sementara Generasi Alpha adalah anak-anak yang lahir tahun 2012-2025. Tumbuh seiring dengan kemajuan teknologi dan digital, mereka dikenal sebagai digital native dan generasi instan. Keterampilannya dalam menggunakan perangkat digital membuat mereka terkoneksi dengan dunia luar dan memiliki pandangan yang luas. Selain itu, mereka juga memiliki kemampuan untuk melakukan lebih dari satu hal dalam satu waktu (multitasking). Namun, kedua kelompok ini juga dikenal sebagai generasi strawberry karena dianggap rapuh dalam menghadapi tekanan, mudah terpengaruh, dan sensitif. Untuk menyikapi hal ini, orang tua perlu mengajarkan kemandirian sesuai usia anak, menjadi model bagi anak, memberikan pilihan dengan tetap menekankan tanggung jawab, serta menjadi teman bagi anak.

Di samping pengetahuan tentang parenting skill, para orang tua juga belajar tentang edukasi seks. Orang tua harus tahu perubahan apa saja yang terjadi pada anak, terutama di masa remaja. Sebab, remaja menjadi masa yang sangat penting bagi anak. Pada masa ini, anak mengalami perubahan secara fisik, mental, dan sosial. Jika tidak diawasi, anak rentan melakukan tindakan yang tidak hanya berisiko terhadap dirinya sendiri, tetapi juga orang lain. Oleh karena itu, orang tua harus memberikan perhatian penuh selama anak memasuki masa remaja.

Pada kegiatan ini, orang tua juga diajarkan cara berdamai dengan masa lalu yang dianggap sebagai trauma. Sebelum mengelola trauma yang dihadapi oleh anak, orang tua perlu mengetahui cara mengelola trauma dalam dirinya. Ada beberapa teknik untuk melepas trauma, di antaranya Metode 4M (Menyadari, Menerima, Merasakan Sensasi, dan Melepas), latihan nafas lambat dan butterfly hug, dan Emotional Freedom Technique (EFT). 

Parenting di era Generasi Z dan Alpha adalah sebuah perjalanan yang penuh tantangan dan peluang. Dengan menerapkan strategi parenting yang tepat, orang tua dapat membantu anak-anak mereka berkembang menjadi individu yang cerdas, kreatif, bertanggung jawab, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Credit:

-Dok. Dinas Sosial Kota Depok