AIESEC UI dan Dinas Sosial Kota Depok Jalin Kolaborasi untuk Pemberdayaan Penyandang Disabilitas melalui Eco-Workshop
AIESEC Universitas Indonesia (UI) dan Dinas Sosial Kota Depok resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan Surat Perjanjian Bersama atau Letter of Agreement (LoA). Kesepakatan ini menjadi langkah strategis dalam membangun kolaborasi yang berkelanjutan, khususnya dalam menyelenggarakan kegiatan pengembangan kapasitas masyarakat yang inklusif. Fokus utama dari kemitraan ini adalah pemberdayaan penyandang disabilitas melalui kegiatan bertajuk Eco-Workshop, yang dirancang untuk menggabungkan aspek sosial dan lingkungan dalam satu wadah edukatif.
Sebagai bentuk nyata dari kerja sama tersebut, Eco-Workshop diselenggarakan pada tanggal 10 Juli 2025 di Balaikota Depok. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Incoming Global Volunteer yang melibatkan 15 hingga 20 peserta disabilitas tuna daksa. Tidak hanya berskala lokal, kegiatan ini juga menghadirkan para volunteer dari berbagai universitas di Indonesia dan luar negeri. Kehadiran para relawan internasional ini diharapkan dapat memperkaya proses pertukaran wawasan serta memperluas cakupan dampak kegiatan.
Secara khusus, Eco-Workshop dirancang sebagai kegiatan edukatif yang mengusung tema pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Para peserta dibimbing untuk mengolah limbah organik menjadi pupuk kompos, sebuah keterampilan yang tidak hanya bernilai praktis dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga berpotensi dikembangkan sebagai sumber penghasilan. Selanjutnya, pupuk yang dihasilkan digunakan dalam praktik menanam tanaman dengan media tanam dari limbah rumah tangga. Proses ini tidak hanya mengajarkan teknik bertani sederhana, tetapi juga memperkenalkan gaya hidup ramah lingkungan yang dapat diterapkan secara mandiri.
Lebih dari sekadar pelatihan keterampilan, kegiatan ini juga berkontribusi langsung terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 10 tentang pengurangan ketimpangan, SDG 12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta SDG 13 tentang aksi terhadap perubahan iklim. Dengan melibatkan penyandang disabilitas dalam program berbasis lingkungan, kegiatan ini menegaskan bahwa inklusi sosial dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan dalam satu gerakan kolektif. Harapannya, melalui pengalaman ini, peserta tidak hanya mendapatkan ilmu dan kepercayaan diri, tetapi juga tumbuh menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing.
Pada saat yang sama, kerja sama ini juga menempatkan perlindungan data pribadi peserta sebagai prioritas. Kedua pihak sepakat untuk menjaga kerahasiaan informasi peserta dengan mengacu pada regulasi yang berlaku, terutama Undang-Undang No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi. Komitmen ini menunjukkan bahwa kegiatan yang inklusif dan terbuka juga harus dibarengi dengan rasa tanggung jawab terhadap keamanan dan kenyamanan peserta.
Secara keseluruhan, kemitraan antara AIESEC UI dan Dinas Sosial Kota Depok merupakan bagian dari upaya bersama menciptakan ruang yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan memberdayakan bagi penyandang disabilitas. Melalui pertukaran ide, budaya, dan praktik terbaik antara pemuda lokal dan internasional, kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang dalam membangun masyarakat yang setara, tangguh, dan berdaya di tengah tantangan global saat ini.
Credit:
-Dok. Dinas Sosial Kota Depok





