Dinsos Targetkan Graduasi KPM-PKH Sebesar 10 Persen Setiap Tahun
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kota Depok, Tri
Redjeki Handayani mengatakan, untuk mencapai target tersebut, pihaknya
melakukan berbagai upaya. Antara lain peningkatan kapasitas dan mutu
pendamping PKH. “Sebab peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (pendamping) PKH
merupakan kunci untuk bisa membimbing KPM agar semakin banyak yang
graduasi. Selama Kuartal I-II/2021, sebanyak 3.324 KPM-PKH dinyatakan
telah mencapai graduasi di Depok,” katanya kepada berita.depok.go.id,
Selasa (24/08/21). Dikatakanya, saat ini total pendamping PKH saat ini berjumlah 98
orang. Dengan demikian, pembinaan kepada KPM dapat lebih proporsional. “Pembinaan kepada KPM itu dengan peningkatan kualitas modul Family
Development Session (FDS). FDS merupakan upaya persuasif yang dilakukan
12-15 kali dalam sebulan. Setiap satu pendamping berkewajiban membina
350 KPM.,” jelasnya. Terkait graduasi, ia merinci ada dua jenis graduasi yang terjadi di
PKH, yaitu graduasi secara mandiri sejahtera dan alamiah. Graduasi
secara mandiri sejahtera merupakan KPM yang secara sukarela mengundurkan
diri dari penerima bantuan PKH. Hal ini biasanya disebabkan taraf
perekonomian mereka sudah mulai membaik. “Kemudian, graduasi secara alamiah adalah mereka yang sudah tidak
mempunyai lagi unsur penerima, misalnya KPM yang awalnya menerima
bantuan karena ada unsur pendidikan. Namun pada perjalanannya anak-anak
mereka sudah menyelesaikan masa sekolah,” terangnya. Dia menjelaskan, kepesertaan KPM-PKH yang telah graduasi akan
digantikan oleh masyarakat prasejahtera lainnya. Itu guna memberi
perlindungan kepada keluarga miskin yang masih membutuhkan bantuan
pemerintah. “KPM yang memutuskan untuk mengambil Graduasi secara mandiri
sejahtera, akan mendapatkan program bantuan permodalan usaha. Bantuan
itu dari Kementerian Sosial walau belum seluruhnya, dan itu pernah
diberikan pada 2020,” tutupnya. (JD03/ED02/EUD02)





